Lagu-Lagu Sarasvati Band Ini Terinspirasi Dari Pengakuan Hantu

SHARE
Lagu-Lagu Sarasvati Band Ini Terinspirasi Dari Pengakuan Hantu

Pernah mendengar lagu-lagunya band Sarasvati. Jika anda sering berkunjung ke Rolling Stone Café tentu anda akan tahu band  satu ini.
Setiap band mempunyai vokalis, ya Risa Saraswati adalah vokalis band tersebut.

Risa Sarasawati atau yang lebih dikenal dengan sarasvati ini dikenal mempunyai kemampuan supranatural. Indra ke enamnya itu membuat ia bisa berkomunikasi dengan mahkluk tak kasat mata dengan kata lain mahkluk gaib.

Wanita asal Bandung ini memang sejak kecil sudah menunjukan perilaku aneh karena sering berbicara sendirian. Ia mengaku bisa berbicara bahkan menjalin pertemanan dengan makhluk gaib.

Sarjana Teknik Sipil di Universitas Swasta Kota Bandung ini memiliki hobi membaca buku karya-karya Enid Blyton dan R.L Stine. Kebiasaan itu membuat Rissa gemar menulis cerita diary yang mengisahkan sudah sahabatnya yakni makhluk-makhluk gaib. Tulisannya itu berbuah hasil bermula dari kisah ceritanya dituangkan di blog dan menjadi populer.

Kisah Memilukan Lagu Band Sarasvati “Cerita Kertas Dan Pena”

Lagu-Lagu Sarasvati Band Ini Terinspirasi Dari Pengakuan Hantu

Ia berhasil menulis buku berjudul Danur. Buku dengan tebal 214 halaman yang terbit pada tahun 2012  ini mengisahkan pengalaman pribadinya dan sisi lain dari seorang Risa yang bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib.

Pertemanannya dengan makhluk-makhluk itu juga membawa kesuksesan pada lagu-lagu yang dinyanyikannya karena setelah membuat band baru yang bernama Sarasvati, ia mengaku lagu-lagu tersebut terinspirasi dari kisan memilukan teman gaibnya.

Salah satu lagu populernya yang berjudul “Cerita kertas dan pena” , Risa mengaku bahwa lagu tersebut terinspirasi dari kisahnya yang bernama Elsja, seorang perempuan bangsa Netherland yang tinggal di Indonesia pada zaman Kolonial.

Kedua orangtuanya Elsja bernama Ernest dan Maria sangat sayang kepadanya. Dirumah megahnya itu juga hidup pembantu beserta anaknya bernama Djalil. Elsja dan Djalil sangat dekat hingga Elsja mengetahui bahwa Djalil mempunyai kepintaran yang luar biasa.

Kepintaran Djalil diketahui oleh Papa Elsja, Ernest yang akhirnya menyoklahkan Djalil. Kendati demikian Mama Maria tidak menyetujuinya karena menurutnya keputusan Ernset sangat tak masuk akal menyekolahkan anak pembantu Indonesia yang negaranya saja di Jajah Belanda. Akhirnya Maria mengusir Djalil dan pembantunya.

Elsja marah, namun apa daya keputusan itu adalah keputusan kedua orangtuanya. Namun Mamanya Elsja mengurungnya diruang bawah tanah. Ruangan yang sama sekali Elsja tidak ketahui. Elsja berfikir bahwa orangtuanya mengurangnya karena hukuman telah berteman dengan Djalil yang sudah di usir namun masih saja bertemu. Tapi itu salah besar, kedua orangtua Elsja mengurungnya di bawah tanah lantaran Nippon (penjajah Jepang) akan menyerang dan merebutkan Indonesia dari tangan Belanda.

Kedua orangtuanya Elsja pun mati dan Elsja tidak diberi makan dan minum. Berhari-hari Elsja kehausan dan kelaparan dan akhirnya Elsja mati. Djalil pun datang untuk menemui Elsja tapi sayangnya Djalil hanya menemukan jasad kedua orangtuanya Elsja. Jasad Elsja pun tidak diketahui karena ruang bawah tanah itu tidak ada yang mengetahuinya.

Baca Juga: Cara Ampuh Mengetahui Dia Adalah Cinta Sejatimu

Elsha mati dengan penuh dendam dan amarah kepada kedua orangtuanya.  Kisah ini dianggap Risa sangat memilukan hingga ia lagu yang ia bawakan terinspirasi dari kisah kehidupan seorang Elsja.  Selain kisah Elsja yang ia inspirasikan untuk lagu-lagunya. Banyak kisah teman makhluk gaib lainnya yang dijadikan sebuah lagu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY